Kapolres Buru, AKBP Sulastri Sukidjang, SH, S.I.K., M.M., mendampingi kunjungan kerja Gubernur Maluku, Kapolda Maluku, dan Pangdam Pattimura ke kawasan tambang Gunung Botak, Rabu (6/5).
Dalam kunjungan tersebut, Kapolres Buru berperan memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan kondusif. Pengamanan dilakukan mengingat Gunung Botak sebelumnya dikenal sebagai kawasan tambang ilegal yang rawan konflik sosial dan gangguan keamanan.
AKBP Sulastri Sukidjang juga mengoordinasikan pengamanan bersama aparat TNI, Pemerintah Daerah, serta unsur Forkopimda Kabupaten Buru guna menjaga stabilitas wilayah pasca-penertiban tambang ilegal.
Selain melakukan pengamanan, pihak kepolisian terus mengintensifkan patroli rutin untuk mencegah munculnya kembali aktivitas penambangan tanpa izin di kawasan tersebut.
Kehadiran Kapolres Buru bersama rombongan pejabat tinggi itu menunjukkan sinergi antara aparat keamanan dan pemerintah dalam menangani persoalan tambang ilegal secara terpadu.
Tak hanya mengedepankan penegakan hukum, Polres Buru juga melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat melalui edukasi terkait dampak tambang ilegal terhadap lingkungan maupun potensi konflik sosial.
“Hari ini kita melihat perubahan yang cukup signifikan di kawasan Gunung Botak. Penertiban akan terus dilakukan demi menjaga keamanan dan kepentingan masyarakat,” ujar AKBP Sulastri Sukidjang.
Dari hasil peninjauan, kawasan Gunung Botak disebut mulai tertata setelah dilakukan penertiban secara konsisten oleh aparat gabungan.
Kapolres Buru juga menyatakan dukungannya terhadap komitmen Pemerintah Provinsi Maluku dalam mewujudkan pengelolaan tambang yang legal dan berkelanjutan di Kabupaten Buru.














