Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (MUSYDA) Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Buru yang dijadwalkan pada 15 Mei 2026, dinamika suksesi kepemimpinan mulai menguat.
Agenda ini dipandang sebagai momentum penting dalam memastikan keberlanjutan organisasi melalui proses regenerasi yang sehat dan bermartabat.
Ketua Bidang Organisasi PD Pemuda Muhammadiyah Buru yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Pelaksana, Firman Masbait, menegaskan bahwa seluruh tahapan MUSYDA telah dipersiapkan dengan mengedepankan prinsip demokrasi internal organisasi.
“Kami memastikan seluruh proses MUSYDA berjalan sesuai dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Panitia berkomitmen menjaga agar tidak ada praktik-praktik yang mencederai nilai-nilai ideologis Pemuda Muhammadiyah,” ujar Firman dalam keterangannya, Minggu (03/5).
Ia menekankan bahwa MUSYDA tidak boleh dipahami semata sebagai ajang kompetisi kekuasaan, melainkan sebagai ruang strategis untuk konsolidasi gagasan dan arah gerakan organisasi ke depan.
“MUSYDA ini bukan sekadar kontestasi, tetapi forum untuk merumuskan arah gerakan. Karena itu, kami mendorong seluruh kader untuk mengedepankan etika berorganisasi, menjunjung tinggi musyawarah, dan menghindari pendekatan pragmatis,” lanjutnya.
Menurut Firman, tantangan organisasi ke depan semakin kompleks dan membutuhkan figur kepemimpinan yang tidak hanya memiliki kapasitas organisatoris, tetapi juga integritas dan visi keumatan yang kuat.
“Kepemimpinan ke depan harus progresif, berintegritas, dan mampu menjawab persoalan umat dan kebangsaan. Ini yang menjadi harapan bersama dari pelaksanaan MUSYDA nanti,” kata dia.
Ia berharap, hasil MUSYDA tidak hanya melahirkan struktur kepemimpinan baru, tetapi juga memperkuat posisi Pemuda Muhammadiyah sebagai kekuatan moral dan intelektual di tingkat daerah.
“Kami ingin MUSYDA ini benar-benar menghasilkan kepemimpinan yang legitimate secara struktural sekaligus kuat secara moral, sehingga Pemuda Muhammadiyah tetap relevan dan mampu berkontribusi nyata bagi masyarakat,” tutupnya.














