Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,4 mengguncang wilayah Laut Banda, Maluku, pada Sabtu (2/5) pukul 17.27 WIB. Badan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
“Gempa ini tidak berpotensi tsunami,” tulis BMKG dalam keterangan resminya, Sabtu (2/5).
BMKG menjelaskan, episenter gempa terletak di laut pada koordinat 5,76° LS dan 130,90° BT, atau sekitar 204 kilometer barat daya Maluku Tenggara, dengan kedalaman 113 kilometer.
Menurut BMKG, gempa ini termasuk jenis gempa menengah yang dipicu oleh aktivitas deformasi batuan di dalam lempeng di zona subduksi Banda.
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan pergerakan sesar naik miring (oblique thrust fault),” lanjut BMKG.
Berdasarkan peta guncangan (shakemap), gempa dirasakan di sejumlah wilayah seperti Amahai (Maluku Tengah), Molu Maru (Maluku Tenggara Barat), dan Teor (Seram Bagian Timur) dengan intensitas III MMI.
“Getaran dirasakan nyata di dalam rumah, seperti ada truk berlalu,” jelas BMKG menggambarkan skala intensitas tersebut.
Hingga saat ini, belum ada laporan kerusakan akibat gempa. BMKG juga mencatat belum terjadi gempa susulan hingga pukul 17.40 WIB.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memastikan informasi yang diterima berasal dari kanal resmi yang telah terverifikasi.














