BULA-Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap Roni Fatubun (40), nelayan asal Dusun Administrasi Parigi, Desa Wahai, Kabupaten Maluku Tengah, yang dilaporkan hilang kontak saat melaut.
Informasi kejadian tersebut diterima Unit Siaga SAR (USS) Bula pada Sabtu (11/4) pukul 13.20 WIT dari Kapolsek Wahai. Korban diketahui berangkat dari Pulau Misol, Papua Barat menuju Seram Bagian Timur sejak Kamis (9/4) sekitar pukul 15.00 WIT.
Korban diperkirakan tiba di tujuan pada Jumat (10/4), namun hingga laporan diterima, yang bersangkutan belum juga tiba.

Kepala Kantor SAR Ambon, Muhammad Arafah, mengatakan tim langsung dikerahkan usai menerima laporan.
“Usai USS Bula menerima informasi tersebut, sekitar pukul 13.40 WIT tim SAR gabungan langsung diberangkatkan menggunakan RIB menuju titik koordinat duga di 2°24’6.55″S – 129°53’4.10″E dengan jarak kurang lebih 56 nautical mile dan heading 318 derajat arah barat laut dari USS Bula,” kata Arafah.
Setibanya di lokasi yang berada di antara perairan Pulau Misol dan Seram Bagian Timur, tim melakukan pencarian intensif hingga Sabtu sore. Namun, korban belum ditemukan.
“Tim SAR gabungan telah melakukan pencarian hingga sore hari, namun belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban,” ujarnya.
Ia menambahkan, operasi SAR akan dilanjutkan pada hari kedua dengan melibatkan berbagai unsur.
“Operasi SAR akan dilanjutkan besok pada hari, Minggu (12/4), kedua dengan melibatkan Basarnas, Polairud, TNI AL, serta masyarakat setempat,” tambahnya.
Dalam operasi tersebut, tim menggunakan sejumlah alat utama dan peralatan SAR, di antaranya RIB USS Bula dan longboat milik masyarakat.
Sementara itu, kondisi cuaca di lokasi pencarian dilaporkan hujan ringan, dengan angin bertiup dari timur ke timur laut berkecepatan sekitar 19 knot serta tinggi gelombang mencapai 0,5 meter.











