Polemik soal peran Ketua TP-PKK Seram Bagian Barat (SBB) terus bergulir. Kader PAN SBB, Kadim A. Balado, menilai pemberitaan yang berkembang berpotensi menggiring opini publik.
Kadim merespons narasi yang menyebut kehadiran Ketua TP-PKK SBB seolah mengambil alih peran Wakil Bupati. Ia menegaskan, anggapan tersebut tidak tepat jika tidak dilihat secara utuh.
“Jangan digiring ke arah seolah-olah ada pengambilalihan peran. Ini harus dilihat secara objektif,” kata Kadim dalam keterangan tertulis, Kamis (16/4).
Menurutnya, kehadiran Ketua TP-PKK SBB, Yeni Rosbayani Asri, merupakan bagian dari dukungan terhadap program pemerintah daerah, khususnya di sektor pemberdayaan perempuan dan penguatan UMKM.
Kadim menyebut, aktivitas Ketua TP-PKK justru memberi dampak langsung bagi masyarakat, terutama dalam mendorong partisipasi perempuan dalam pembangunan.
“Peran ini memperkuat kepercayaan diri perempuan, memperluas keterlibatan sosial, dan mendorong kemandirian ekonomi,” ujarnya.
Ia juga menilai, keaktifan tersebut sejalan dengan upaya mendorong kesetaraan gender dan penguatan peran perempuan di daerah.
Kadim mengingatkan, polemik yang tidak disikapi secara jernih berpotensi mengganggu fokus pembangunan di SBB.
“Yang dibutuhkan masyarakat adalah informasi yang mencerahkan, bukan yang memicu salah tafsir,” tegasnya.














