Nama calon Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon, Steven Dominggus, menjadi sorotan di tengah proses seleksi jabatan tersebut.
Ia disebut-sebut terkait dugaan persoalan dalam rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di lingkungan Pemerintah Kota Ambon.
Steven yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Ambon diduga terlibat dalam pelolosan seorang peserta P3K yang sebelumnya dinilai bermasalah secara administrasi.
Sumber di lingkungan Pemkot Ambon menyebut, peserta tersebut merupakan mantan calon legislatif yang sempat mengundurkan diri dari statusnya sebagai pegawai, sebelum kembali mengikuti seleksi P3K gelombang kedua.
“Yang bersangkutan sebelumnya sudah tidak aktif karena maju sebagai caleg, tapi kemudian dipanggil kembali ikut seleksi dan dinyatakan lulus,” ujar sumber tersebut.
Menurutnya, kondisi itu dinilai janggal karena aparatur sipil negara (ASN) dilarang terlibat dalam politik praktis. Ia juga menduga adanya perlakuan khusus dalam proses seleksi.
Tak hanya itu, sumber tersebut menyinggung dugaan penerbitan Surat Keputusan (SK) yang tidak sah dalam proses pengangkatan P3K.
Ia mempertanyakan pihak yang bertanggung jawab atas penerbitan dokumen tersebut.
“Diduga ada permainan di internal tim seleksi sehingga peserta dengan dokumen bermasalah tetap diloloskan,” katanya.
Di sisi lain, muncul pula keluhan dari sejumlah tenaga honorer yang telah lama mengabdi.
Meski dinyatakan lulus dan bahkan telah dilantik, mereka disebut belum menerima SK resmi.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai dugaan tersebut.















