Sebelum kejadian
Kapal sedang dalam persiapan keberangkatan dari Pelabuhan Haria menuju Tulehu pada pagi hari.
Masinis (Adri Lumunon) menyalakan mesin kiri kapal.
Kapten (Rusli Rumalean) sedang beristirahat di ruang VIP setelah makan.
Awal kejadian
Tiba-tiba lampu kapal padam secara mendadak.
Asap mulai muncul dari bagian buritan (belakang kapal) dan merambat ke ruang VIP.
Pengecekan sumber masalah
Kapten dan kru bergegas menuju kamar mesin untuk mengecek kondisi.
Saat tiba, asap sudah tebal dan memenuhi area kamar mesin.

Upaya pemadaman awal
Kapten dan kru mencoba memadamkan api menggunakan APAR (alat pemadam api ringan).
Upaya tersebut gagal karena api terus membesar.
Kondisi semakin memburuk
ABK (Goldy Payer) melihat api sudah dalam kondisi besar saat tiba di kamar mesin.
Ia sempat menggunakan APAR, namun tidak berfungsi.
Ia mengambil APAR lain dan menyemprot dari jendela blower, tetapi api tetap tidak terkendali.
Evakuasi dan permintaan bantuan
Kapten mengalami kesulitan bernapas akibat asap tebal.
Ia keluar dari kapal menuju pelabuhan untuk meminta bantuan warga.
Dampak kejadian
Api menghanguskan seluruh badan kapal KM Expres Bahari 9B.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Kerugian materi diperkirakan mencapai Rp 900 juta.
Penanganan dan penyelidikan
Aparat kepolisian dari Polsek Saparua datang ke lokasi untuk mengamankan area.
Penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan.












