Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Namlea, Kabupaten Buru, Maluku, pada Selasa (21/4) pagi.
Getaran terjadi sekitar pukul 09.14 WIT dan sempat dirasakan warga di sejumlah wilayah.
Berdasarkan analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa ini memiliki magnitudo terbaru M3,4, lebih kecil dari laporan awal M4,2.
Episenter berada di darat, sekitar 28 kilometer barat Namlea, pada kedalaman 1 kilometer.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif,” tulis BMKG dalam keterangan resminya, Selasa (21/4).
BMKG menjelaskan, gempa dangkal seperti ini cenderung lebih terasa di permukaan meskipun magnitudonya tidak besar. Hal itu juga terlihat dari laporan masyarakat di Namlea dan Namrole.
“Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap) dan laporan masyarakat, gempabumi ini menimbulkan guncangan di daerah Namlea dan Namrole dengan skala intensitas I-II MMI,” lanjut BMKG.
Pada skala tersebut, getaran dirasakan oleh sebagian orang dan benda ringan yang digantung tampak bergoyang. Hingga saat ini, belum ada laporan kerusakan akibat gempa tersebut.
BMKG juga mencatat adanya satu kali gempa susulan hingga pukul 09.24 WIT. Masyarakat diimbau tetap tenang dan memastikan informasi yang diterima berasal dari sumber resmi.












