Ketua DPD II Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, tewas setelah ditikam saat tiba di Bandara Karel Sadsuitubun, Minggu (19/4).
Kabar duka ini berdampak langsung pada agenda internal partai. Musyawarah Daerah (Musda) DPD II Golkar Maluku Tenggara yang sebelumnya dijadwalkan pada 23 April 2026 dipastikan ditunda.
Sekretaris DPD I Golkar Maluku, Anos Yermias, mengatakan penundaan dilakukan sebagai bentuk penghormatan atas wafatnya Nus Kei.
“Mestinya Musda tanggal 23 April, karena kondisi kemarin maka Musda ditunda,” kata Anos saat dikonfirmasi, Senin (20/4).
Ia menambahkan, hingga kini belum ada kepastian terkait jadwal pelaksanaan ulang Musda tersebut.
“Penundaan sampai ada pemberitahuan berikut,” ujarnya.
Menurut Anos, kehadiran Nus Kei di Langgur juga berkaitan dengan agenda Musda. Bahkan, korban disebut akan ikut mencalonkan diri sebagai Ketua DPD II Golkar Maluku Tenggara.
“Korban dipastikan juga maju, tapi belum pasti siapa saja yang akan maju selain korban. Sebab sampai saat ini belum buka pendaftaran oleh DPD di sana,” jelasnya.
Anos menegaskan, penundaan Musda merupakan keputusan bersama sebagai bentuk duka dan penghormatan kepada almarhum.
“Intinya penundaan itu karena Ketua DPD meninggal. Otomatis Musda Golkar Malra ditunda sebagai bentuk menghormati almarhum,” tutupnya.













