Sebanyak 65 atlet kempo di Desa Morekau, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, terus berlatih di tengah keterbatasan fasilitas dan dukungan anggaran.
Latihan ini dipimpin oleh pelatih sekaligus atlet kempo, Cello Murehuwey. Ia membina peserta dari berbagai usia, mulai anak-anak hingga orang dewasa.
Cello menjelaskan, Shorinji Kempo merupakan seni bela diri asal Jepang yang tidak hanya berfokus pada teknik pertahanan diri, tetapi juga pengembangan mental dan karakter.
“Kempo membentuk sikap jujur, berani, dan disiplin. Selain itu juga mengajarkan teknik dasar seperti pukulan, tendangan, dan kuncian,” ujar Cello kepada netmaluku.com Sabtu (18/4).
Para atlet yang dilatih berasal dari berbagai tingkatan, mulai dari pemula hingga profesional. Dalam beberapa kesempatan, mereka juga telah mengikuti kejuaraan daerah.
Cello menyebut, sebanyak 14 atlet pernah diberangkatkan ke ajang Kejurda dan berhasil meraih 9 medali.
Di sisi lain, Cello juga memiliki pengalaman sebagai atlet. Ia pernah mewakili Maluku pada PON Jawa Barat 2016 dan PON Aceh 2024 dengan meraih juara 3. Ia juga mencatatkan prestasi sebagai juara 1 pada ajang PON Bela Diri 2025 di Kudus.
Meski telah menorehkan sejumlah prestasi, keterbatasan fasilitas dan anggaran masih menjadi kendala utama dalam pengembangan kempo di SBB.
Cello mengaku, dalam beberapa kejuaraan, pembiayaan keberangkatan atlet masih dilakukan secara mandiri.
Saat ini, ia tengah mempersiapkan 65 atletnya untuk mengikuti kejuaraan di Makassar pada Juni mendatang.
Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian dan dukungan, agar para atlet dapat terus berkembang dan berprestasi di tingkat nasional.












