Aksi pemangkasan puluhan pohon di sepanjang Jalan Piere Tendean, Kota Ambon, Kamis (16/4), jadi langkah cepat mengantisipasi potensi bahaya bagi pengguna jalan.
Sedikitnya 80 pohon teridentifikasi bermasalah, dan 30 di antaranya masuk kategori rawan sehingga perlu segera dipangkas.
Kegiatan ini digagas oleh Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX setelah menerima laporan masyarakat terkait kondisi pohon yang terlalu rindang, keropos, hingga dahan yang menjuntai ke badan jalan.
Aster Dankodaeral IX, Kolonel Laut (P) Pilipus Sri Suharto, mengatakan langkah ini merupakan respons cepat atas keresahan warga.
“Bhakti sosial ini diawali dari informasi masyarakat di sekitar Jalan Piere Tendean tentang pepohonan yang terlalu rindang, keropos, miring, dan dahan menjuntai ke jalan raya yang membahayakan pengguna jalan. Sehingga Komandan Kodaeral IX, Laksda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., memerintahkan staf teritorial untuk berkoordinasi dengan pihak terkait guna mengatasi hal tersebut,” jelasnya.
Pemangkasan dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon, PT PLN, BPBD Maluku, Damkar Kota Ambon, PT Telkom, Polsek Baguala, serta masyarakat sekitar.
Menurut Pilipus, sinergi lintas sektor menjadi kunci kelancaran kegiatan di lapangan.
“Kita sangat bersyukur, dalam kegiatan ini terjadi sinergitas yang baik antara masyarakat sepanjang Jalan Piere Tendean, Kodaeral IX, DLHP Kota Ambon, PT PLN, BPBD Maluku, Damkar Kota Ambon, PT Telkom, dan Polsek Baguala untuk mengatasi masalah tersebut secara bersama-sama,” ujarnya.
Proses pemangkasan akan dilakukan bertahap selama beberapa hari ke depan. Pada hari pertama, tim bekerja selama empat jam dengan menerapkan sistem buka-tutup jalan yang diatur Polisi Militer Angkatan Laut bersama Polsek Baguala.
Sebanyak 100 personel diterjunkan oleh Kodaeral IX, dilengkapi satu unit crane 15 meter dan dump truck.
Sementara DLHP dan Damkar Kota Ambon turut mengerahkan tim pemotong pohon serta peralatan senso untuk mempercepat pengerjaan.
Pilipus juga menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna jalan atas potensi gangguan lalu lintas selama proses berlangsung.
“Kami mohon maaf dan pengertian kepada para pengguna kendaraan yang melintasi Jalan Piere Tendean. Akan ada sedikit hambatan karena sistem buka-tutup jalan selama proses pruning berlangsung,” katanya.
Ia menegaskan, kegiatan ini bukan hanya untuk mencegah pohon tumbang, tetapi juga bagian dari upaya menata estetika kota.
“Bantuan Kodaeral IX dalam pelaksanaan pruning ini dilakukan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan, mencegah pohon tumbang, serta menata estetika Kota Ambon agar tetap asri dan nyaman,” tutupnya.












