Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto bersama Kasum TNI Letjen TNI Richard Taruli H. Tampubolon meninjau langsung aktivitas tambang emas ilegal di Gunung Botak, Kabupaten Buru, dari udara, Senin (13/4).
Peninjauan dilakukan menggunakan pesawat TNI AL jenis CN-235 Maritime Patrol Aircraft (MPA) dari Bandara Pattimura Ambon.
Dari pemantauan tersebut, tim melihat sebaran aktivitas tambang ilegal yang masih berlangsung di kawasan itu.

Kegiatan ini turut dihadiri Gubernur Maluku dan unsur Forkopimda, termasuk Kejaksaan Tinggi, Kabinda, serta jajaran TNI di wilayah Maluku.
Kapolda Maluku menyebut, peninjauan ini menjadi langkah awal untuk menyusun strategi penertiban yang lebih efektif.
“Ini penting untuk melihat kondisi riil di lapangan agar penanganannya tepat sasaran,” kata Dadang.
Ia menegaskan, penanganan tambang ilegal tidak hanya mengedepankan penegakan hukum, tetapi juga mempertimbangkan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Dari hasil pemantauan udara, tim mendapatkan gambaran menyeluruh terkait kondisi geografis, titik-titik aktivitas tambang, serta potensi dampak lingkungan di kawasan Gunung Botak.
Usai peninjauan, rombongan menggelar rapat terbatas di Kantor Gubernur Maluku untuk membahas langkah lanjutan penanganan.











