AMBON-Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Piru, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, pada Sabtu (11/4) dini hari.
Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut memiliki magnitudo 3,6.
Episenter gempa berada di darat, sekitar 2 kilometer timur laut Piru, dengan koordinat 3,05 LS dan 128,20 BT, serta kedalaman 4 kilometer.

BMKG menyebut gempa ini tergolong dangkal dan dipicu oleh aktivitas sesar aktif.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.
Guncangan gempa dilaporkan dirasakan warga di wilayah Piru dengan skala intensitas III–IV MMI. Getaran terasa nyata di dalam rumah, dan sejumlah benda ringan yang digantung tampak bergoyang.
“Berdasarkan estimasi peta guncangan (Shakemap) dan laporan masyarakat, gempabumi ini menimbulkan guncangan di daerah Piru dengan skala intensitas III-IV MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang – getaran dirasakan nyata dalam rumah),” lanjut BMKG.
Hingga saat ini, belum ada laporan kerusakan akibat gempa tersebut. BMKG juga memastikan belum terdeteksi adanya gempa susulan hingga pukul 01.05 WIB.
“Hingga pukul 01:05 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock),” tulis BMKG.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan hanya mengakses informasi resmi melalui kanal komunikasi yang telah terverifikasi.











