PIRU-Tumpukan sampah sempat terlihat hingga ke bahu jalan di sejumlah titik di Kota Piru, Kabupaten Seram Bagian Barat. Kondisi ini disebut telah berlangsung selama beberapa minggu terakhir.
Petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan, Feri Manait, mengatakan penumpukan terjadi akibat rusaknya sejumlah armada pengangkut sampah. Selain itu, hak petugas yang belum dibayarkan selama tiga bulan turut menjadi kendala dalam proses penanganan.
“Kendalanya armada rusak dan hak kami belum dibayar, jadi pengangkutan sampah sempat terhambat,” kata Feri saat ditemui netmaluku.com, Rabu (01/4).

Ia menjelaskan, setelah armada diperbaiki dan pembayaran hak petugas mulai dilakukan, tumpukan sampah di sejumlah lokasi kini telah dibersihkan.
Beberapa titik yang sebelumnya menjadi lokasi penumpukan di antaranya Waimeteng Pantai, Pasar Rakyat Kota Piru, dan Pasar Rakyat Perikanan.
Meski demikian, Feri mengingatkan bahwa persoalan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Ia berharap ada kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.
“Harus ada kerja sama dari masyarakat juga supaya kebersihan tetap terjaga,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kondisi peralatan kerja petugas yang dinilai sudah tidak layak digunakan, seperti sekop dan tong sampah, sehingga membutuhkan pengadaan baru.
Selain itu, warga yang tinggal di sekitar lokasi tempat pembuangan sampah, khususnya di Dusun Waimeteng Pantai, diimbau agar tidak membuang sampah di luar bak karena dapat menyulitkan proses pembersihan.
Feri pun mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan demi menciptakan kondisi daerah yang lebih baik.














