SERAM BAGIAN BARAT-Panitia Pelantikan dan Rapat Kerja Persatuan Muda Mudi Usat (PEMMUSAT) Negeri Buano Utara membantah tudingan yang menyebut Ketua TP PKK Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Yeni Rosbayani Asri, mencari panggung politik dalam kegiatan tersebut.
Ketua panitia, Abdullah Hitimala, menegaskan bahwa kehadiran Yeni dalam acara itu murni atas dasar undangan resmi dari panitia, bukan inisiatif pribadi apalagi bermuatan kepentingan politik.
“Beliau hadir atas undangan kami sebagai Ketua TP PKK. Apa yang disampaikan dalam kegiatan itu merupakan bagian dari peran dan tanggung jawab kepada masyarakat, bukan untuk kepentingan politik,” ujar Abdullah.
Ia menyebut, narasi yang berkembang di publik tidak mencerminkan kondisi faktual di lapangan. Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai agenda, dan kehadiran Yeni justru mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat.
Abdullah mengatakan, antusiasme warga terlihat sejak awal kegiatan hingga selesai. Kehadiran Bupati SBB bersama Ketua TP PKK dinilai menjadi kebanggaan tersendiri bagi panitia dan masyarakat Buano Utara.
Dalam kesempatan tersebut, Yeni Rosbayani Asri juga menyampaikan sejumlah pesan terkait pemberdayaan masyarakat dan pelestarian budaya lokal. Ia mengangkat burung kehicab, fauna khas Pulau Buano, sebagai simbol identitas daerah yang memiliki potensi untuk diperkenalkan lebih luas.
Selain itu, ia juga mendorong pengembangan batik Saka Mese Nusa sebagai bagian dari upaya memperkuat jati diri daerah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Abdullah menilai, apa yang disampaikan Yeni sejalan dengan peran Tim Penggerak PKK dalam mendorong pemberdayaan keluarga dan masyarakat, khususnya di tingkat desa.
“Selama ini kami melihat langsung berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat yang digagas beliau. Itu semua merupakan bagian dari tanggung jawab sebagai Ketua TP PKK,” katanya.
Ia menambahkan, tudingan yang menyebut adanya motif politik dalam kegiatan tersebut tidak memiliki dasar yang jelas dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Karena itu, Abdullah mengimbau semua pihak untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar, terutama yang belum terverifikasi kebenarannya.
“Kami mengajak semua pihak untuk melihat secara objektif. Kritik itu penting, tetapi harus berbasis fakta, bukan asumsi,” ujarnya.
Ia juga berharap ruang publik dapat diisi dengan narasi yang konstruktif dan mendorong kolaborasi antar pihak dalam mendukung pembangunan daerah, bukan justru memperkeruh suasana dengan tudingan yang tidak berdasar.
Dengan adanya klarifikasi ini, panitia menegaskan bahwa kehadiran Ketua TP PKK SBB dalam kegiatan di Buano Utara merupakan bagian dari tugas dan pengabdian kepada masyarakat, sebagaimana yang diamanatkan dalam perannya.














