Seorang nelayan di Desa Watmuri, Kecamatan Nirunmas, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, mengalami luka serius setelah diserang buaya saat mencari ikan di laut, Minggu (12/4) dini hari.
Korban diketahui bernama Sefnat Lartutul (26). Ia diserang saat sedang menyelam dan memanah ikan bersama rekannya, Oniparis Samangun (34), sekitar pukul 00.30 WIT.
Saksi mata, Oniparis, menceritakan detik-detik kejadian tersebut. Saat itu, ia tengah menyelam menjauh sekitar 30 meter dari korban.
“Saya baru panah satu ikan, tiba-tiba dengar korban teriak minta tolong. Dia bilang, ‘kaka ada buaya’ sambil melambaikan tangan di atas air,” ujar Oniparis.
Mendengar teriakan itu, saksi langsung bersiaga dengan senapan ikan dan berenang mendekati korban. Namun, saat tiba di lokasi, kondisi korban sudah terluka parah.
“Waktu saya sampai, korban sudah berdarah di kepala, dan tangan kirinya juga digigit. Saya langsung peluk dia dan bawa ke darat sambil minta tolong,” lanjutnya.
Teriakan tersebut kemudian didengar warga sekitar yang langsung datang membantu proses evakuasi. Korban segera dibawa ke Puskesmas Ermyau Sormudi untuk mendapatkan pertolongan pertama sebelum dirujuk ke RS PP Magretty Saumlaki.
Dari hasil pemeriksaan medis, korban mengalami luka robek di bagian kepala serta patah tulang pada tangan kiri akibat serangan buaya itu.
Kapolsek Nirunmas menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima laporan dan langsung melakukan langkah-langkah penanganan.
“Kami telah mengecek kondisi korban di rumah sakit, mengambil keterangan saksi, serta melaporkan kejadian ini kepada pimpinan,” ujar Kapolsek.
Ia juga memastikan situasi di Desa Watmuri tetap aman dan kondusif pasca kejadian tersebut.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya nelayan, agar lebih waspada saat beraktivitas di laut, terutama pada malam hari, mengingat potensi ancaman satwa liar seperti buaya masih tinggi di wilayah tersebut.














