
Bangunan Pasar Rakyat Air Kuning di Dusun Wahaikila, Wara, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon hingga kini belum juga difungsikan. Padahal, proyek tersebut menelan anggaran miliaran rupiah.
Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon untuk merelokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) dari Pasar Mardika ke lokasi itu pun tak kunjung terealisasi. Alhasil, bangunan yang sudah lama rampung tersebut kini dibiarkan kosong tanpa aktivitas.
“Beta heran, mengapa sampai saat ini Pasar Air Kuning itu belum juga difungsikan. Padahal bangunannya sudah lama rampung beberapa tahun lalu,” kata Buce, warga RT 11/RW 19 Dusun Wahaikila, kepada wartawan di Ambon, Senin (13/4).
Menurut Buce, DPRD Kota Ambon harus segera mengambil langkah dengan memanggil pihak terkait untuk mengungkap penyebab mangkraknya pasar tersebut.
“Harus ada langkah nyata dari dewan untuk memanggil pihak terkait sehingga masalah pasar bisa selesai,” tegasnya.
Ia juga mendesak DPRD dan Pemkot Ambon turun langsung ke lapangan guna melihat kondisi pasar yang hingga kini terbengkalai.
“DPRD dan Pemkot terkesan cuek terhadap masalah ini. Jadi, harus ada jalan keluar supaya pasar itu bisa difungsikan sebagaimana mestinya. Daripada terbengkalai, mendingan difungsikan secepatnya,” ujarnya.
Lebih memprihatinkan lagi, bangunan yang kosong itu kini mulai dikaitkan dengan aktivitas negatif. Warga mengaku resah karena beredar isu lokasi tersebut dimanfaatkan sebagai tempat maksiat hingga praktik perjudian.
“Kalau isu itu beta sudah dengar, namun saya belum lihat secara langsung. Tapi warga mulai resah dengan kondisi itu. Saya rasa ini tugasnya ketua RT setempat untuk melihat persoalan ini. Ini penyakit masyarakat yang harus diberantas secepatnya,” ungkapnya.
Buce pun berharap pemerintah tidak lagi menunda pemanfaatan pasar tersebut. Selain menghindari kerugian anggaran, pengoperasian pasar juga dinilai penting untuk mencegah bangunan itu disalahgunakan.
“Kasihan, bangunan yang dibangun dengan biaya miliaran rupiah tapi dibiarkan terbengkalai. Jadi kami minta harus difungsikan secepatnya,” tutupnya.











