Setelah lima hari pencarian, Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan Roy Souhoka (41), nelayan asal Pulau Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, dalam kondisi meninggal dunia di Perairan Waihoka, Desa Hulaliu, Senin (13/4).
Korban ditemukan pada pukul 09.51 WIT oleh nelayan setempat saat melakukan penyisiran di sekitar lokasi pencarian, sebelum kemudian dilaporkan ke Tim SAR Gabungan untuk proses evakuasi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ambon, Muhammad Arafah, mengatakan upaya pencarian terus dilakukan sejak laporan pertama diterima hingga memasuki hari kelima operasi.

“Memasuki hari kelima pencarian. Tim SAR Gabungan bersama masyarakat setempat kembali dikerahkan guna melakukan pencarian korban di beberapa titik koordinat SAR MAPS. Upaya pencarian terus dilakukan hingga pada Pukul 09.51 WIT beberapa nelayan setempat berhasil menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia disekitar Perairan Waihoka dan dilaporkan ke Tim SAR Gabungan guna proses evakuasi,” kata Muhammad Arafah.
Ia menambahkan, korban ditemukan tidak jauh dari lokasi awal kejadian dan langsung dievakuasi ke daratan.
“Arafah menambahkan, Korban ditemukan pada jarak -+ 2,4 Nautical Mile dari lokasi kejadian awal dan dievakuasi menuju Desa Haria guna diserahkan kepada pihak keluarga.” Jelasnya.
Sebelumnya, korban dilaporkan terjatuh dari longboat miliknya pada 9 April 2026 saat melaut. Upaya pencarian awal sempat dilakukan oleh nelayan setempat sebelum akhirnya diteruskan menjadi operasi SAR oleh Basarnas Ambon.
Operasi SAR melibatkan Basarnas Ambon, Camat Saparua, Polsek Saparua, Denintel Kodam XV/PTM, serta masyarakat setempat.
Adapun unsur SAR menggunakan RBB Kansar Ambon, speed boat, dan longboat milik masyarakat.
Kondisi cuaca di lokasi dilaporkan hujan ringan dengan angin barat daya hingga barat 20 knots serta tinggi gelombang sekitar 1,25 meter.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan ditutup.











