TUAL-Seorang perempuan berinisial YL mengaku mengalami tekanan hingga ancaman dari seorang oknum Brimob dari Resimen II Pasbrimob 3 Korbrimob Polri Berinisial BW, yang disebut sebagai mantan kekasihnya.
Hubungan keduanya bermula dari perkenalan di TikTok pada Oktober 2024. YL mengatakan, dirinya mengetahui hamil pada Januari 2025 setelah beberapa kali melakukan tes kehamilan menggunakan alat yang dibelikan oleh BW.
“Dia yang belikan alat tes, dan dia juga yang tahu pertama kali kalau saya hamil,” ujar YL Jumat (10/4).
Namun, alih-alih bertanggung jawab, YL mengaku BW justru memintanya untuk menggugurkan kandungan. Bahkan, menurutnya, ancaman pembunuhan sempat dilontarkan melalui pesan WhatsApp.
“Dia bilang kalau saya tidak gugurkan, dia akan bunuh saya,” katanya.
YL mengaku sempat menolak dan mengancam akan melaporkan BW ke atasannya. Namun, pada Februari 2025, ia akhirnya mengikuti kemauan BW dan pergi ke Dobo untuk mencari cara menggugurkan kandungan.
“Saya terpaksa ikut karena terus ditekan,” ungkapnya.
Setelah kembali dari Dobo pada 14 Februari 2025, hubungan keduanya sempat membaik. BW disebut masih berkomunikasi dan bahkan memberikan obat-obatan tradisional serta mengajak YL mengonsumsi jamu.
Namun, setelah mengonsumsi obat tersebut, YL mengaku mengalami pendarahan hebat.
“Saya sakit sekali, sampai pendarahan terus,” ujarnya.
YL juga menyebut BW kemudian berangkat tugas pada Oktober 2025. Meski begitu, komunikasi keduanya masih berjalan hingga Maret 2026.
Memasuki April 2026, YL mengatakan BW mulai berubah sikap dan mencari alasan untuk mengakhiri hubungan.
“Dia fitnah saya, bilang saya jalan dengan anggota polisi lain, lalu langsung blokir saya,” katanya.
Tak lama kemudian, BW kembali menghubungi YL, tetapi disebut tidak mengakui perbuatannya di masa lalu.
“Dia malah minta bukti USG, padahal dia sendiri yang tahu semuanya dari awal,” ujar YL.
Merasa dirugikan dan tidak mendapatkan kejelasan, YL kini berencana membawa persoalan ini ke publik dan meminta keadilan.
“Saya hanya ingin dia bertanggung jawab atas semua yang sudah terjadi,” tegasnya.














