PIRU-Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) menyoroti krisis air bersih yang dialami warga Dusun Tatinang, Desa Waesala, Kecamatan Huamual Belakang.
Fungsionaris DPD KNPI SBB, Ozy Al Imran Tubaka, menilai kondisi tersebut mencerminkan belum optimalnya kinerja organisasi perangkat daerah (OPD), khususnya dalam merespons kebutuhan dasar masyarakat.
Menurut Tubaka, persoalan air bersih seharusnya menjadi perhatian utama, terutama bagi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang sebagai OPD teknis yang memiliki kewenangan dalam penyediaan infrastruktur.
“Persoalan ini sudah berlangsung cukup lama dan membutuhkan langkah konkret. OPD teknis harus lebih responsif dan menghadirkan solusi yang jelas,” ujar Tubaka, Sabtu (28/3).
Ia mengungkapkan, hingga saat ini warga masih bergantung pada air hujan. Bahkan, saat musim kemarau, sebagian warga harus menyeberang ke dusun lain untuk mendapatkan air bersih.
Kondisi tersebut, lanjutnya, menunjukkan perlunya peningkatan perhatian serta koordinasi lintas OPD dalam menangani persoalan yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.
KNPI SBB juga mendorong Bupati Seram Bagian Barat untuk memperkuat pengawasan serta memberikan instruksi tegas kepada seluruh OPD agar lebih peka terhadap persoalan di lapangan.
“Kami berharap ada ketegasan dari Bupati agar seluruh OPD dapat bekerja lebih maksimal dan tidak abai terhadap kebutuhan dasar warga,” katanya.
Selain itu, KNPI SBB menilai penting adanya evaluasi terhadap kinerja pimpinan OPD guna memastikan pelayanan publik berjalan optimal dan tepat sasaran.
Di sisi lain, KNPI SBB menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pembangunan di Kabupaten Seram Bagian Barat sebagai mitra kritis pemerintah daerah.
“KNPI siap mengawal setiap kebijakan agar benar-benar menyentuh kepentingan masyarakat,” tutup Tubaka.















