SERAM BAGIAN BARAT-Bupati Seram Bagian Barat (SBB) menegaskan bahwa tradisi Lebaran Tujuh Hari atau Antar Dulang di Dusun Talaga, Desa Piru, memiliki makna lebih dari sekadar kegiatan seremonial.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri langsung kegiatan budaya tersebut, Sabtu (28/3). Ia menilai, tradisi yang telah diwariskan turun-temurun itu menjadi simbol kuatnya persaudaraan masyarakat.
“Tradisi Antar Dulang ini bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan warisan budaya yang sarat dengan nilai kebersamaan, gotong royong, dan mempererat tali silaturahmi,” kata Bupati dalam sambutannya.
Menurutnya, kegiatan tersebut mencerminkan kuatnya ikatan sosial yang hidup di tengah masyarakat, khususnya di Dusun Talaga.
“Ini mencerminkan betapa kuatnya rasa persaudaraan dan kekeluargaan yang tumbuh dan terpelihara di tengah masyarakat kita,” ujarnya.
Bupati SBB juga mengajak masyarakat untuk terus melestarikan tradisi tersebut, terutama generasi muda, agar tidak hilang tergerus perkembangan zaman.
“Saya berharap nilai-nilai dalam tradisi Antar Dulang ini dapat terus dijaga dan dilestarikan oleh generasi muda sebagai bagian dari identitas daerah,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, ia turut mengingatkan pentingnya menjaga hubungan sosial dan memperkuat nilai keagamaan, terutama dalam momentum Lebaran Tujuh Hari.
“Momentum ini harus kita jadikan sebagai sarana introspeksi diri dan memperbaiki hubungan antar sesama,” ucapnya.
Tak hanya itu, Bupati juga mengapresiasi panitia dan masyarakat yang telah menyukseskan kegiatan tersebut.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia dan masyarakat Dusun Talaga yang telah bekerja keras menyelenggarakan kegiatan ini dengan baik,” katanya.
Ia pun berharap tradisi ini terus membawa dampak positif bagi masyarakat.
“Semoga kegiatan ini membawa berkah, mempererat silaturahmi, dan semakin memperkuat persatuan di antara kita semua,” tutupnya.
Tradisi Antar Dulang merupakan bagian dari perayaan Lebaran Tujuh Hari yang rutin digelar masyarakat Talaga sebagai bentuk berbagi dan mempererat hubungan sosial antarwarga.














