AMBON-Rutan Kelas IIA Ambon terus mengembangkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Salah satunya melalui pelatihan pengolahan tempurung kelapa menjadi berbagai produk kerajinan bernilai ekonomi, Jumat (27/3).
Dalam kegiatan ini, warga binaan diajarkan mengolah tempurung kelapa yang sebelumnya dianggap limbah menjadi hiasan, peralatan rumah tangga, hingga souvenir yang layak dipasarkan.
Plt Kepala Rutan Ambon, Jefry Persulessy, mengatakan program ini bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan praktis sekaligus membangun kepercayaan diri.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah mereka kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Kepala Sub Seksi Bimbingan Kerja, Wa Ode Ena, menambahkan bahwa tempurung kelapa dipilih karena mudah didapat dan memiliki potensi ekonomi. Dalam pelatihan, warga binaan dibimbing mulai dari teknik dasar hingga tahap finishing.
“Kami ingin hasilnya tidak hanya bagus, tetapi juga memiliki nilai jual,” katanya.
Selain meningkatkan keterampilan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pembinaan berkelanjutan untuk membentuk etos kerja dan kedisiplinan warga binaan.
Salah satu warga binaan berinisial H.F mengaku senang mengikuti pelatihan tersebut. Ia merasa mendapatkan pengalaman baru yang bisa menjadi bekal setelah bebas.
“Sekarang saya sudah bisa membuat kerajinan dari tempurung kelapa. Semoga ini bisa saya lanjutkan nanti,” ujarnya.
Program ini diharapkan dapat membuka peluang usaha bagi warga binaan setelah menyelesaikan masa pidana, sekaligus menciptakan suasana pembinaan yang lebih produktif di dalam rutan.












