
MALUKU TENGGARA-Bentrokan antar kelompok pemuda terjadi di Desa Danar Ternate, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara, pada Kamis malam (26/3) hingga Jumat dini hari.
Peristiwa ini melibatkan pemuda dari Kompleks Ohoitom dan Kompleks Danar Ternate, yang saling serang menggunakan batu dan panah wayer.
Informasi yang dihimpun, insiden ini bermula sekitar pukul 22.00 WIT ketika seorang remaja melintas dengan sepeda motor berkecepatan tinggi di depan sekelompok warga.
Situasi memanas setelah terjadi saling ejek dan pelemparan dari kelompok lain di sekitar Masjid Al-Mathar. Ketegangan meningkat saat salah satu warga tidak menerima makian tersebut dan berupaya melaporkannya kepada pihak desa.
Sekitar pukul 23.05 WIT, aksi balasan terjadi dengan pelemparan ke arah kelompok pemuda yang berkumpul. Bentrokan pun meluas pada pukul 23.30 WIT dengan konsentrasi massa dari kedua pihak.
Aparat kepolisian yang tiba di lokasi sekitar pukul 00.20 WIT sempat meredam situasi. Namun, bentrokan kembali pecah pada pukul 02.00 WIT setelah adanya aksi provokasi berupa pelemparan terhadap rumah warga. Kedua kelompok kembali terlibat saling serang.
Dalam upaya melerai, sejumlah anggota kepolisian turut menjadi korban. Tercatat dua perwira mengalami luka akibat panah, masing-masing di bagian lengan dan lutut. Selain itu, tiga warga sipil juga mengalami luka panah di beberapa bagian tubuh.
Situasi sempat kembali kondusif pada pukul 02.40 WIT, namun bentrokan kembali terjadi sekitar pukul 04.40 WIT yang mengakibatkan tiga rumah warga terbakar, empat rumah mengalami kerusakan berat, serta satu unit sepeda motor hangus terbakar.
Kapolres Maluku Tenggara AKBP Rian Suhendi turun langsung memimpin pengamanan pada pukul 05.30 WIT, dibantu personel tambahan termasuk dari Brimob Batalion C Pelopor yang tiba pukul 06.00 WIT. Aparat berhasil memisahkan kedua kelompok dan mengendalikan situasi.
Hingga pagi hari, kondisi di lokasi kejadian dilaporkan telah kondusif dan dalam pengamanan aparat kepolisian. Pihak berwenang masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti bentrokan serta mengantisipasi potensi konflik susulan.













