AMBON-Pemerintah Provinsi Maluku mulai membenahi Pasar Mardika, Ambon, menyusul maraknya kasus pencurian yang dinilai mengganggu aktivitas pedagang.
Gubernur Maluku disebut telah menginstruksikan perbaikan menyeluruh, terutama pada aspek keamanan dan kenyamanan pasar.
Menindaklanjuti hal itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Maluku memprioritaskan penguatan sistem pengamanan untuk menekan praktik pencurian di kawasan pasar.
Kepala Disperindag Maluku, Ahmad Jais Elly, mengatakan kondisi keamanan menjadi salah satu faktor utama rendahnya tingkat hunian pedagang.
“Kalau pedagang belum merasa aman, tentu mereka enggan berjualan di dalam pasar,” kata Elly di Lantai II Pasar Mardika, Kamis (26/3).
Ia menyebut, jumlah pedagang aktif saat ini masih jauh dari ideal. Dari kebutuhan sekitar 1.000 pedagang, baru sekitar 150 yang beroperasi.
Kondisi tersebut berdampak pada capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pasar Mardika. Target PAD kini ditetapkan sebesar Rp5,2 miliar, turun dari sebelumnya Rp18 miliar. Bahkan, hingga Januari tercatat defisit sekitar Rp900 juta.
“Kalau kondisi di lapangan belum dibenahi, termasuk masalah keamanan, maka PAD sulit tercapai,” ujarnya.
Selain penguatan keamanan, pembenahan juga mencakup penataan pasar, pengelolaan sampah, dan peningkatan pelayanan publik.
Disperindag Maluku juga membuka ruang komunikasi dengan pedagang untuk menyerap aspirasi, sekaligus mendorong mereka kembali menempati kios.
Pemprov Maluku berharap, melalui pembenahan ini, Pasar Mardika bisa kembali menjadi pusat perdagangan yang aman dan aktivitas ekonomi dapat berjalan normal.














