SERAM BAGIAN BARAT- Kondisi jembatan perikanan di Dusun Pelita Jaya, Desa Eti, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat, kian memprihatinkan. Kerusakan yang sudah berlangsung lama membuat aktivitas bongkar muat hasil tangkapan nelayan menjadi berisiko tinggi.
Sejumlah bagian jembatan terlihat bolong, sementara beberapa tiang penyangga mulai rapuh dan terancam patah. Warga terpaksa melakukan perbaikan seadanya agar aktivitas tetap berjalan, meski jauh dari kata aman.
Salah satu warga, Kene Samaneri, kepada netmaluku Selasa 24/3 mengungkapkan keresahannya terhadap kondisi tersebut. Ia menyebut, para nelayan harus ekstra hati-hati setiap kali bersandar dan melakukan bongkar muat.

“Kerusakan ini sudah lama terjadi. Banyak kapal yang datang bongkar muat, tapi semua harus sangat hati-hati saat bersandar,” ujar Samaneri.
Menurutnya, jika jembatan tersebut benar-benar rusak total, maka aktivitas nelayan di wilayah itu akan lumpuh. Padahal, jembatan ini tidak hanya digunakan warga Dusun Pelita Jaya, tetapi juga nelayan dari Desa Buano dan Manipa.
“Kalau jembatan ini rusak, kami pasti kesulitan beraktivitas. Bukan hanya kami di sini, tapi juga nelayan dari Buano dan Manipa yang ikut bongkar muat,” tambahnya.
Ia juga menuturkan pernah terjadi insiden warga terjatuh saat memikul ikan akibat kondisi jembatan yang rusak. “Pernah ada warga jatuh saat memikul ikan karena jembatan sudah tidak layak,” katanya.
Selain berdampak pada keselamatan, kondisi ini juga dinilai menghambat potensi peningkatan ekonomi daerah. Jika jembatan diperbaiki, kapal-kapal nelayan dalam jumlah lebih banyak bisa bersandar, sehingga aktivitas perikanan dapat berkembang.
“Kalau diperhatikan pemerintah, kapal-kapal bisa lebih banyak masuk dan berlabuh di sini sebelum melaut,” ungkap Samaneri.
Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan memperbaiki jembatan tersebut. Mereka menginginkan fasilitas yang layak agar aktivitas bongkar muat berjalan aman dan lancar, serta mendukung peningkatan kesejahteraan nelayan di wilayah itu.
Pantauan di lokasi, kondisi jembatan saat ini sudah tidak layak digunakan. Sejumlah papan berlubang dan struktur yang melemah menjadi ancaman nyata bagi keselamatan warga dan nelayan yang setiap hari menggantungkan hidup di sana.














