Harga gas elpiji ukuran 5 kilogram dan 12 kilogram di Kota Ambon, Maluku, mengalami kenaikan signifikan sejak awal April 2026. Kenaikan ini dipicu oleh tingginya biaya distribusi dari Surabaya ke Ambon.
Salah satu agen, PT Pemantik yang berlokasi di Jalan Soabali, Kecamatan Nusaniwe, telah menetapkan harga baru untuk kedua ukuran tabung tersebut.
Untuk elpiji 5 kilogram, harga kini naik menjadi Rp150 ribu per tabung dari sebelumnya Rp135 ribu. Sementara itu, elpiji 12 kilogram juga mengalami kenaikan dari Rp275 ribu menjadi Rp300 ribu per tabung.

Pihak agen mengungkapkan bahwa kenaikan harga tidak terhindarkan karena harga dari tingkat distributor juga mengalami peningkatan.
Petugas gas elpiji PT Pemantik Ambon, Decho Buton, menyebutkan bahwa selain faktor harga distribusi, ketersediaan stok juga turut memengaruhi kenaikan harga.
“Yang kemarin 5 kilo 135 sekarang sudah naik jadi 150, kalau 12 kilo sekarang sudah 300. Pengaruh stok juga,” ujarnya.
Tingginya harga elpiji di wilayah Maluku memang kerap dipengaruhi oleh sejumlah faktor, terutama mahalnya biaya transportasi dari Pulau Jawa menuju Ambon yang berdampak langsung pada harga jual ke masyarakat.











