Pria di Maluku Tenggara Tewas Ditusuk Gunting, 3 Pelaku Ditangkap Kurang dari Sehart
Seorang pria bernama Deizen Berty Lutur (29) tewas akibat dugaan penganiayaan menggunakan senjata tajam di Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku, Selasa (21/4).
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.30 WIT di ruas Jalan Bukit Indah (Ave Maria), Ohoi Bombay, Kecamatan Kei Besar.

Berdasarkan keterangan kepolisian, korban saat itu tengah berboncengan dengan saksi bernama Imanuel Lutur menggunakan sepeda motor menuju Polsek Elat. Di tengah perjalanan, keduanya berpapasan dengan tiga orang yang kemudian diduga sebagai pelaku.
Ketiga pria tersebut, yakni Ipus Rahakbauw, Thomas Ohoiwirin, dan Beni Babaubun, disebut sempat berbalik arah dan mengikuti korban. Situasi kemudian memanas dan diduga berujung pada aksi pemalakan disertai kekerasan.
Salah satu pelaku disebut sempat mencoba menyerang saksi menggunakan gunting, namun berhasil dihindari. Dalam kondisi tersebut, korban turun dari kendaraan, sementara saksi melarikan diri.
Dari jarak sekitar 15 meter, saksi melihat korban dikeroyok oleh para pelaku sebelum akhirnya korban melarikan diri ke arah hutan.
Korban kemudian ditemukan warga sekitar pukul 10.00 WIT dalam kondisi tidak bernyawa, dengan luka tusukan di leher kiri yang diduga menggunakan gunting.
Polisi yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) menemukan sejumlah barang bukti, di antaranya sepasang sandal, kacamata, dan sebilah gunting yang diduga digunakan dalam kejadian tersebut. Jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke RS Pratama Elat untuk keperluan visum.
Dalam waktu kurang dari satu hari, aparat Polsek Kei Besar berhasil mengamankan ketiga terduga pelaku di lokasi berbeda.
Penangkapan dilakukan secara bertahap sejak pukul 12.30 hingga 15.00 WIT di sejumlah ohoi (desa).
Ketiganya kini telah dibawa ke Polres Maluku Tenggara untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Pada hari yang sama, sekitar pukul 13.00 WIT, terjadi insiden lanjutan berupa aksi kekerasan terhadap barang di Ohoi Fako. Sedikitnya enam unit rumah warga dilaporkan dibakar dan dirusak, termasuk kendaraan bermotor serta peralatan rumah tangga.
Polisi menduga aksi tersebut berkaitan dengan emosi massa pascakejadian.
Kabidhumas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, mengatakan pihaknya telah menangani kasus tersebut secara cepat.
“Kami memastikan bahwa aparat kepolisian telah bertindak cepat dan terukur dalam menangani kasus ini. Ketiga terduga pelaku sudah diamankan, dan situasi di wilayah Maluku Tenggara saat ini dalam kondisi aman dan kondusif. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta tidak terprovokasi oleh isu-isu yang belum tentu benar,” ujar Rositah dalam keterangannya, Rabu (22/4).
Ia menambahkan, kepolisian masih mendalami motif kejadian serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.
“Kami terus melakukan pendalaman terhadap motif serta kemungkinan keterlibatan pihak lain, sekaligus mengantisipasi potensi konflik lanjutan di tengah masyarakat,” tambahnya.











