Setelah sempat terhenti akibat ketegangan antara dua calon ketua, Musyawarah Daerah (Musda) ke-6 Partai Golkar Kabupaten Buru akhirnya kembali digelar pada Sabtu, (18/4).
Proses musda yang sebelumnya sempat ditunda pada 10 April lalu karena ketidaksepakatan antara M. Rum Soplestuny SE dan Jaidun Sa’nun, akhirnya berhasil dilanjutkan.
Berkat peran mediasi yang dilakukan oleh Rohalim Boy Sangadji (RBS), Ketua Depidar SOKSI Maluku sekaligus Wakil Ketua Korbit Kebijakan Publik I (Ekonomi, Hukum, dan HAM) DPD I Golkar Provinsi Maluku.
Setelah hampir seminggu mengalami ketegangan yang cukup memanas, musda dilanjutkan dengan mediasi yang mempertemukan kedua kandidat di DPD I Partai Golkar.
Dalam mediasi tersebut, Jaidun Sa’nun memutuskan untuk mundur dari pencalonan ketua DPD II Golkar Buru, yang membuka jalan bagi M. Rum Soplestuny SE untuk terpilih secara aklamasi.
Keputusan ini membawa angin segar bagi Golkar Buru yang kini berharap dapat lebih solid dalam menghadapi berbagai tantangan politik ke depan.
Kiswan Facey, Anggota SOKSI Partai Golkar Buru, memberikan apresiasi atas peran sentral Boy Sangadji dalam menyelesaikan perselisihan ini.
“Musda ini menjadi momen penting bagi Golkar Buru, yang akhirnya dapat berjalan dengan lancar. Semua pihak berperan dalam rekonsiliasi ini, khususnya Boy Sangadji yang berperan sebagai mediator kunci. Terima kasih kepada RBS yang telah memastikan proses ini tetap berjalan sesuai dengan semangat kebersamaan,” ujarnya.
Dengan terpilihnya M. Rum Soplestuny SE sebagai Ketua DPD II Golkar Buru periode 2025-2030, Golkar Buru kini bisa melangkah lebih mantap, dengan harapan bisa memberikan kontribusi lebih besar dalam pembangunan daerah dan politik Maluku.












