Penikaman brutal yang menewaskan Ketua DPC Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, diduga dipicu oleh dendam lama yang berakar dari peristiwa tahun 2020 di Bekasi.
Seorang sumber di lingkungan Polres Maluku Tenggara menyebutkan, motif tersebut terungkap setelah aparat Satuan Reskrim Polres Malra mengamankan dua terduga pelaku dua jam setelah kejadian.
Kedua pelaku masing-masing berinisial HR alias Hendra dan FU alias Finis, diamankan pada Minggu (19/4) sekitar pukul 14.00 WIT.
“Motif Pembunuhan tadi, Balas Dendam atas kematian sudaranya Finansius Wadanubun yg katanya meninggal karna ulah almarhum tahun 2020 di kawasan samping Apartemen Metro Galaxy, Kalimalang, Bekasi.”
Kronologi Kejadian
Peristiwa penikaman terjadi sesaat setelah korban tiba di Bandara Karel Sadsuitubun, Kecamatan Kei Kecil, sekitar pukul 11.25 WIT, Minggu (19/4).
Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, menjelaskan korban langsung diserang saat berada di pintu keluar bandara.
“Korban tiba-tiba ditikam menggunakan sebilah pisau oleh orang tak dikenal, lalu pelaku melarikan diri,” kata Rositah.
Korban sempat dilarikan oleh keluarga ke RS Karel Sadsuitubun sekitar pukul 12.00 WIT, namun nyawanya tidak tertolong akibat luka serius.
Polisi bergerak cepat dan berhasil mengamankan dua terduga pelaku dalam waktu kurang dari dua jam setelah kejadian.
Hingga kini, kedua pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Satuan Reskrim Polres Maluku Tenggara.
Polda Maluku mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi serta menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwenang.














