Deru air jatuh berpadu dengan debur ombak laut lepas menyambut siapa pun yang tiba di Air Terjun Tona.
Tersembunyi di Desa Nuniali, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat, destinasi ini menawarkan lanskap yang tak biasa air terjun yang mengalir langsung ke laut, dibingkai batuan karang yang eksotis.
Perjalanan menuju lokasi bukan perkara mudah. Dari Pelabuhan Waipirit, pengunjung harus menempuh perjalanan darat sekitar empat jam sebelum tiba di desa, lalu berjalan kaki kurang lebih satu kilometer.
Akses yang menantang itu justru menjadi “gerbang seleksi” bagi para pencinta alam yang mencari ketenangan dan keaslian.
“Capek di jalan langsung terbayar begitu lihat airnya jatuh ke laut. Jernih sekali,” kata Ely Kuhurima, warga Nuniali, saat ditemui netmaluku.com di lokasi, Sabtu (18/4).
Menurut Ely, Air Terjun Tona sebenarnya sudah lama dikenal wisatawan, bahkan hingga mancanegara. Namun, minimnya pengelolaan membuat potensinya belum tergarap maksimal.
Fasilitas dasar seperti akses jalan, penunjuk arah, hingga penataan kawasan masih jauh dari kata memadai.
Padahal, keunikan lanskapnya sulit ditandingi. Hamparan batu karang di sekitar air terjun membentuk pola alami yang menyerupai lautan kering di daratan.
Saat air mengalir deras, pemandangan itu berubah dramatis seolah menghidupkan kembali “laut” yang membeku.
Alia, salah satu pengunjung, mengaku baru pertama kali datang ke Air Terjun Tona. Ia datang bersama rekan-rekannya setelah mendengar cerita dari mulut ke mulut.
“Tempatnya masih alami sekali. Kalau dikelola dengan baik, ini bisa jadi destinasi unggulan,” ujarnya.
Ia berharap ada perhatian serius dari pemerintah daerah maupun pemerintah desa untuk menata kawasan tersebut tanpa menghilangkan keaslian alamnya.
Bagi warga setempat, Air Terjun Tona bukan sekadar objek wisata. Lebih dari itu, destinasi ini menyimpan harapan ekonomi. Dengan pengelolaan yang tepat, kunjungan wisatawan diyakini dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Kini, di balik gemuruh air yang jatuh ke laut, tersimpan harapan yang sama kuatnya agar Air Terjun Tona tak lagi sekadar indah, tetapi juga diperhatikan dan dikembangkan sebagai aset wisata daerah.














