Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, membuka secara resmi pelaksanaan Ujian Sekolah tingkat SMA/sederajat di SMA Negeri 2 Ambon, Senin (13/4)
Pembukaan ini ditandai dengan pembukaan sampul naskah ujian, yang sekaligus menjadi tanda dimulainya ujian bagi siswa kelas XII.
Dalam kesempatan itu, Hendrik menegaskan bahwa ujian sekolah bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momen penting yang menentukan kelulusan sekaligus masa depan siswa.

“Ujian sekolah adalah instrumen utama dalam menentukan kelulusan siswa setelah menempuh pendidikan selama tiga tahun,” ujarnya.
Ia juga menyebut, hasil ujian menjadi salah satu indikator bagi pemerintah daerah dalam melihat kualitas pendidikan di Maluku.
Menurutnya, pemerintah akan terus mendorong pemerataan mutu pendidikan agar siswa di seluruh wilayah, termasuk daerah terpencil, mendapatkan kualitas yang setara.
Selain itu, Hendrik menekankan pentingnya integritas dalam pelaksanaan ujian. Ia mengingatkan siswa agar tidak melakukan kecurangan dalam bentuk apa pun.
“Nilai itu penting, tapi kejujuran jauh lebih utama,” tegasnya.
Ia menambahkan, nilai ujian sekolah juga memiliki peran penting sebagai syarat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, baik melalui jalur SNBP, SNBT, maupun mandiri, serta untuk seleksi TNI/Polri dan dunia kerja.
Di sisi lain, ujian sekolah juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa, sekaligus mendukung peningkatan kualitas pendidikan daerah.
Hendrik pun berpesan kepada para guru dan pengawas agar menjalankan tugas secara profesional serta menciptakan suasana ujian yang tertib dan kondusif.
“Berikan ruang bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka,” katanya.











