
PIRU-Proyek pembangunan untuk ruas jalan Lokki–Iha Kulur di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, terancam terhenti. Penyebabnya, pemasangan kembali garis police line oleh Polda Maluku di lokasi tambang batu Pica Kali Laala, Desa Lokki, Kecamatan Huamual.
Dampaknya langsung terasa. Aktivitas proyek yang dibiayai melalui dana Instruksi Presiden (Inpres) 2026 itu praktis tersendat. Padahal, jalan tersebut telah lama dinantikan masyarakat sebagai akses vital penghubung wilayah.
Dewan Pengurus Daerah Keluarga Besar Huamual Indonesia (KBHI) SBB pun angkat suara. Mereka menilai kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut.
“Kami tidak bisa diam melihat proyek jalan rakyat terhambat. KBHI akan melakukan konsolidasi dan bertemu langsung dengan Kapolda Maluku, Gubernur Maluku, dan DPRD Provinsi Maluku,” kata Ketua Bidang Advokasi dan Pembangunan Daerah KBHI SBB, Sahril Musli, Sabtu (4/4).
Menurut Sahril, proyek tersebut bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi menyangkut kebutuhan dasar masyarakat Huamual yang selama ini harus menghadapi kondisi jalan rusak parah.
“Ini akses utama masyarakat. Kalau terhenti, dampaknya luas—baik ekonomi maupun keselamatan warga,” ujarnya.
Di sisi lain, pihak perusahaan pengelola tambang membantah adanya pelanggaran. Mereka mengklaim seluruh proses perizinan, termasuk Izin Usaha Pertambangan (IUP), telah dipenuhi.
“Terkait izin IUP, semua administrasi sudah kami lengkapi. Retribusi galian C juga sudah lunas. Kami siap jika dimintai keterangan kapan saja,” kata Kristian, perwakilan perusahaan.
Meski begitu, pemasangan police line tetap membuat aktivitas di lokasi tidak berjalan. Situasi ini memunculkan kekhawatiran proyek strategis tersebut akan mangkrak.
KBHI pun meminta pemerintah daerah dan aparat penegak hukum segera mengambil langkah konkret.
“Jangan sampai persoalan prosedur justru menghambat pembangunan yang sangat dibutuhkan masyarakat. Kami berharap ada solusi cepat,” kata Sahril.
Kini, kelanjutan proyek jalan Lokki–Iha Kulur berada di titik krusial. Masyarakat menunggu kejelasan, apakah pembangunan akan dilanjutkan, atau justru terhenti di tengah jalan.











