NAMLEA-Kebakaran melanda Bangunan SD Negeri 1 Namlea di Jalan Bunga Cengkeh, Desa Namlea, Kabupaten Buru, Maluku, Jumat (3/4) sekitar pukul 09.00 WIT. Api diduga berasal dari korsleting listrik di bagian plafon ruang kantor sekolah.
Saksi mata, Faris alias Pace (35), mengatakan api sudah terlihat membesar saat ia melintas di depan sekolah.
“Saya lihat api dari atas plafon ruang kantor. Saya sempat loncat pagar, siram pakai air, dan coba matikan listrik, tapi ada percikan api, jadi saya keluar dan hubungi pemadam,” kata Faris.
Saksi lain, Asmar Ongki (44), awalnya mengira asap berasal dari aktivitas biasa di sekolah.
“Saya kira bakar sampah. Tapi ada teriakan kebakaran, saya langsung ke lokasi dan coba bantu siram air, tapi air kecil dan ruangan terkunci,” ujarnya.
Api dengan cepat merambat ke sejumlah ruangan di lantai dua. Total sembilan ruangan terdampak, termasuk ruang kepala sekolah dan beberapa ruang kelas.
Guru SD Negeri 1 Namlea, Yamin Awang, menyebut sistem air di sekolah bergantung pada listrik.
“Mesin air otomatis, jadi kalau listrik terganggu, air tidak jalan,” jelasnya.
Sejumlah aset sekolah ikut terbakar, seperti komputer, laptop, tablet, infokus, printer, hingga ijazah siswa yang belum diambil. Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Guru lainnya, Masita Sri Hartini Siswarso, mengatakan kepala sekolah sedang berada di Ambon saat kejadian.
“Kepala sekolah ke Ambon untuk belanja CCTV sejak kemarin,” katanya.
Kapolsek Namlea IPTU Charles Langitan menyebut dugaan sementara kebakaran dipicu korsleting listrik.
“Diduga dari arus pendek di bagian plafon yang tersambung dengan meteran listrik,” ujar Charles.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Api berhasil dipadamkan sekitar 50 menit setelah kejadian oleh aparat kepolisian, pemadam kebakaran, dan warga.
Saat ini, lokasi kebakaran telah diamankan dan penyelidikan masih dilakukan.














