AMBON-Polresta Ambon resmi mengakhiri Operasi Ketupat Salawaku 2026 pada Rabu (25/3/2026) pukul 24.00 WIT. Operasi ini digelar untuk mengamankan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah di wilayah Ambon dan Pulau-Pulau Lease.
Kapolresta Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Yoga Putra Prima Setya, mengatakan secara umum pelaksanaan operasi berjalan optimal dan situasi kamtibmas tetap kondusif.
“Pelaksanaan Operasi Ketupat Salawaku 2026 berjalan optimal berkat sinergi seluruh personel dan dukungan instansi terkait, sehingga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” ujarnya.
Meski demikian, hasil evaluasi menunjukkan adanya sejumlah kasus menonjol selama operasi berlangsung. Polisi mencatat satu kasus penemuan mayat di bawah pondasi Jembatan Merah Putih pada 20 Maret 2026.
Selain itu, kasus pencurian meningkat sebanyak 10 kasus, sementara kecelakaan lalu lintas naik 8 kasus atau sebesar 53,7 persen dibandingkan tahun 2025.
Menindaklanjuti hal tersebut, Polresta Ambon akan mengintensifkan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD), terutama dalam penertiban peredaran minuman keras yang dinilai menjadi salah satu pemicu tindak kriminal.
Melalui Kasi Humas, Ipda Janete S. Luhukay, kepolisian menegaskan akan bertindak tegas terhadap setiap pelanggaran hukum.
“Kami akan bertindak tegas terhadap setiap pelanggaran hukum yang berpotensi mengganggu kamtibmas, dengan tetap mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis,” katanya.
Polisi juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak pencurian dan lebih disiplin dalam berlalu lintas.
“Keselamatan dan keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” tutupnya.













