SERAM BAGIAN BARAT-Pelabuhan Penyeberangan Waipirit di Pulau Seram, Maluku, dipadati calon penumpang pada Rabu 25/3. Kepadatan ini terjadi seiring arus balik Lebaran, di mana warga mulai kembali ke Pulau Ambon.
Pantauan di lokasi, antrean terlihat mengular sejak ruang tunggu hingga ke luar area pelabuhan. Penumpang, baik pejalan kaki maupun yang membawa kendaraan, harus menunggu cukup lama untuk bisa naik ke kapal feri.
Lonjakan penumpang didominasi kendaraan pribadi, seperti sepeda motor dan mobil. Sementara jumlah penumpang pejalan kaki terlihat lebih sedikit. Mereka berasal dari sejumlah wilayah di Pulau Seram, di antaranya Kabupaten Seram Bagian Barat, Seram Bagian Timur, dan Maluku Tengah.
Sejumlah warga mengaku antrean kali ini lebih padat dibanding hari biasa. Tingginya volume kendaraan membuat proses penyeberangan menjadi lebih lama, sehingga banyak yang tertahan di pelabuhan.
“Sampai sekarang masih antre, karena mobil banyak. Kapal feri juga baru masuk, nanti berikutnya ada yang naik, ada yang tertinggal. Tidak bisa dipastikan, tergantung situasi,” kata salah satu pengemudi, Teddy Sapur.
Untuk mengurai kepadatan, ASDP Ambon menyiagakan enam armada kapal. Selain itu, proses bongkar muat dipercepat dan frekuensi penyeberangan ditambah selama lonjakan arus balik berlangsung.















