AMBON-Antrean panjang kendaraan masih terlihat di sejumlah SPBU di Kota Ambon, Maluku, hingga Selasa (31/3). Warga tampak memadati lokasi pengisian BBM untuk mendapatkan Pertalite dan Pertamax.
Pantauan netmaluku.com di lapangan, antrean mengular hingga ke badan jalan di beberapa titik, seperti SPBU Kebun Cengkih, SPBU Pohon Pule, dan SPBU Belakang Kota. Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah Pertashop di wilayah pinggiran kota.
Bahkan, beberapa Pertashop dilaporkan kehabisan stok BBM sehingga tidak dapat melayani masyarakat.

Menanggapi situasi ini, Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, turun langsung memantau antrean warga di SPBU Pohon Pule. Ia memastikan bahwa ketersediaan BBM di Ambon dalam kondisi aman.
“Kami ingin menyampaikan bahwa kalau ada informasi tentang kelangkaan BBM, ini kami pastikan stok BBM di Kota Ambon tersedia dan mencukupi,” kata Bodewin.
Ia juga menegaskan bahwa isu kenaikan harga BBM pada awal April tidak benar. Pemerintah, kata dia, akan mengumumkan secara resmi jika memang ada kebijakan perubahan harga.
“Karena itu kami menghimbau kepada seluruh warga Kota Ambon jangan percaya dengan isu-isu yang menyesatkan. Tidak perlu panik atau membeli BBM secara berlebihan,” ujarnya.
Sementara itu, Polresta Ambon menyiagakan personel di sejumlah SPBU untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan akibat antrean panjang.
Diketahui, fenomena antrean BBM ini telah berlangsung selama tiga hari terakhir. Warga bahkan rela mengantre berjam jam hingga malam hari.
Kondisi ini diduga dipicu oleh isu yang beredar mengenai menipisnya stok BBM di Ambon, serta kabar kenaikan harga pada awal April yang disebut-sebut mencapai 5 hingga 10 persen.













