MALUKU TENGGARA-Bentrok antarwarga terjadi di Kabupaten Maluku Tenggara pada Kamis (26/3) hingga Jumat (27/3), menyebabkan kerusakan besar serta korban jiwa.
Peristiwa yang berlangsung di Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan ini membuat ratusan kepala keluarga kehilangan tempat tinggal. Sebanyak 77 unit rumah dilaporkan rusak, bahkan sebagian di antaranya hangus terbakar.
Warga terdampak kini mengungsi untuk menghindari potensi bentrokan susulan.
Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, mengimbau masyarakat agar tetap menahan diri dan tidak mudah terprovokasi.
“Saya mengimbau seluruh masyarakat untuk lebih menahan diri dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memperkeruh keadaan,” kata Hendrik dalam rilis videonya, Minggu (29/3).
Ia juga menekankan pentingnya penyelesaian konflik melalui pendekatan damai.
“Kedepankan penyelesaian masalah melalui dialog, musyawarah, serta pendekatan adat, dan serahkan penanganan masalah kepada aparat penegak hukum,” ujarnya.
Selain itu, Hendrik mengajak seluruh elemen masyarakat ikut menjaga situasi tetap kondusif.
“Mari kita jaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing dengan tidak menyebarkan berita hoaks. Jadilah pembawa pesan perdamaian, persaudaraan, dan cinta kasih,” lanjutnya.
Bentrok tersebut juga menelan korban jiwa. Satu orang dilaporkan meninggal dunia, sementara sejumlah warga dan anggota kepolisian mengalami luka-luka.
Hingga Minggu siang, situasi di Maluku Tenggara dilaporkan sudah berangsur kondusif dan berada dalam pengawasan aparat keamanan.














