Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dodi Triwinarto menegaskan tidak ada toleransi terhadap segala bentuk simbol separatisme di wilayah Maluku.
Pernyataan itu disampaikan menyusul hasil pemantauan keamanan pada Sabtu (25/4). Berdasarkan laporan intelijen dan patroli di lapangan, tidak ditemukan atribut maupun bendera milik Republik Maluku Selatan yang berkibar di wilayah tersebut.
“Provinsi Maluku adalah bagian yang tidak terpisahkan dari NKRI. Tidak ada toleransi bagi simbol-simbol separatis di tanah ini,” ujar Dodi dalam keterangannya di Ambon.

Ia menegaskan TNI akan bertindak tegas terhadap pihak yang mencoba mengganggu stabilitas keamanan dengan menonjolkan identitas separatis.
Menurut Dodi, kondisi ini menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menjaga persatuan. Ia juga mengapresiasi warga Maluku yang dinilai tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu lama yang berpotensi memecah belah.aa
Dodi menilai gerakan separatisme justru menjadi hambatan bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, keberadaan isu tersebut dinilai dapat berdampak pada citra daerah serta investasi.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk terus menjaga keamanan dan tidak mudah terprovokasi. Warga juga diminta proaktif melaporkan aktivitas mencurigakan yang berpotensi menimbulkan konflik.
“Fokus pada pendidikan dan kesejahteraan keluarga. Jangan sampai ideologi yang bertentangan dengan Pancasila merusak persaudaraan yang sudah terjaga,” ujarnya.
Ia memastikan TNI bersama Polri dan pemerintah daerah akan terus menjaga stabilitas keamanan di Maluku.










