Gempa bumi tektonik magnitudo 5,0 mengguncang wilayah Laut Banda di sekitar Seram Bagian Timur, Maluku, pada Sabtu (25/4) pukul 16.07 WIB. Gempa ini dipastikan tidak berpotensi tsunami.
Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, episenter gempa berada di koordinat 5,0° LS dan 130,66° BT, sekitar 211 kilometer tenggara Seram Bagian Timur, dengan kedalaman 121 kilometer.
BMKG menyebut gempa ini tergolong gempa menengah yang dipicu aktivitas deformasi batuan di dalam Lempeng Banda dengan mekanisme sesar naik (thrust fault).

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, dalam keterangannya, menjelaskan bahwa karakteristik gempa tersebut tidak memicu potensi tsunami.
“Hasil analisis menunjukkan gempa ini merupakan gempa menengah akibat aktivitas deformasi di Lempeng Banda dengan mekanisme sesar naik, dan tidak berpotensi tsunami,” ungkap BMKG dalam keterangan resminya.
Getaran gempa dirasakan di beberapa wilayah seperti Seram Utara, Banda, Seram Utara Timur Seti, Seram Utara Timur Kobi, hingga Molu Maru dan Werinama dengan intensitas II MMI, di mana getaran hanya dirasakan oleh sebagian orang dan benda ringan bergoyang.
Hingga pukul 16.29 WIB, BMKG belum mencatat adanya aktivitas gempa susulan (aftershock).















